Rabu, 18 Maret 2015

Konstanta Joule

Assalamualaikum Wr. Wb
Post kali ini saya akan share ilmu tentang ilmu fisika dasar, dimana yg saat ini saya sedang mengerjakan tugas makalah Lab Fisika di Universitas Gunadarma. Berikut kutipan soal jawab yg diringkas dalam bab ini Konstanta Joule:

1. Apa yang dimaksud dengan "Konstanta Joule"? 
jawab: 
Konstanta Joule merupakan percobaan Joule yang menemukan kesamaan (ekivalensi) antara kerja mekanikal terhadap jumlah perpindahan panas (mechanical equivalent of heat).

2. Carilah satuan dan dimensi dari :Energi listrik, Energi kalor, kalor jenis dan
konstanta Joule!
jawab:
A. Energi listrik, Satuan Joule, Dimensi ML2T-2
B. Energi kalor, satuan kalori/joule, Dimensi ML2T-2
C. Kalor Jenis, kalori/joule. Dimensi L2T2θ-1
D. Konstanta Joule, satuan Joule. Dimensi ML2T-2

3. Jelaskan fungsi dari : Hambatan geser dan Kalorimeter!
jawab :
Fungsi hambatan geser adalah menghasilkan nilai hambatan yang kecil namun dapat diubah-ubah
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia.

4. Peristiwa perubahan energi apa saja yang terjadi pada percobaan konstanta
joule?
jawab :
Pada kalorimeter terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi, sesuai dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Prinsip kerja kalorimeter adalah mengalirkan arus listrik pada kumparan kawat penghantar yang dimasukkan ke dalam air. Pada waktu bergerak pada kawat penghantar (akibat perbedaan potensial) pembawa muatan bertumbukan dengan atom logam dan kehilangan energi. Akibatnya, pembawa muatan berumbukan dengan kecepatan konstanta yang sebanding dengan kuat medan listriknya. Tumbukan oleh pembawa muatan akan menyebabkan logam yang dialiri arus listrik memperoleh energi, yaitu energi kalor/panas.

5. Jelaskan proses terjadinya panas pada sebuah kumparan listrik yang dilalui
arus listrik!
jawab :
panas akan timbul dikarenakan kawat yg dilalui arus listrik :
* memiliki tahanan/resisitansi (ohm/Ω), dimana resistansi yg dimiliki kawat tersebut tergantung pada tahanan jenisnya.* diameter kawat kumparan tidak sebanding dengan beban arus listrik yg ditanggung kumparan tersebut, dll.

6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Tara kalor mekanik dan Tara kalor
listrik!
jawab :
– Tara kalor listrik adalah perbandingan antara energi listrik yang diberikan terhadap panas yang dihasilkan.
- Tara kalor mekanik adalah kesetaraan antara satuan energi mekanik dengan energi panas (kalor).

Demikian ringkasan soal yg mencakup satu bab, jika ada kekurangan bisa ditambahkan sendiri. Thanks!

Jumat, 23 Januari 2015

Sikap Ilmiah yang dibutuhkan oleh Mahasiswa

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1KA05

Assalamualaikum Wr. Wb, saya akan menjelaskan tentang sikap ilmiah yg harus dimiliki oleh seorang Mahasiswa yg baik.

Sikap ilmiah yg harus diperhatikan bagi penulis atau mahasiswa yaitu,
Tujuan Karya Ilmiah:
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Dengan adanya karya ilmiah, mahasiswa juga harus memperhatikan sikap sebagai berikut:

Dalam melakukan penelitian, seorang sainstis harus bersikap jujur, artinya selalu menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.

Tekun berarti tidak mudah putusa asa. Dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah tidak boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan suatu masalah, penelitian harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang akurat maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.



Tidak langsung menerima kesimpulan tnapa ada bukti kuat, kebiasaan menggunakan bukti-bukti pada waktu menarik kesimpulan.

Teliti artinya bertindak hati-hati, tidak ceroboh. Dengan tindakan yang teliti dalam melakukan peneliatian, akan mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang baik.

Rasa ingin tahu merupakan awal atau sebagai dasar untuk melakukan penelitian penelitian demi mndapatkan sesuatu yang baru.

Objektif artinya sesuai dengan fakta yang ada. Artinya, hasil peneliatian tidak boleh dipengaruhi perasaan pribadi. Semua yang di kemukakan harus berdasarkan fakta yang diperoleh. Sikap objektif didukung dengan sikap terbuka artinya mau menerima pendapat yang benar dari orang lain.

Terbuka menerima pendapat yang benar artinya bahwa kita tidak boleh mengklaim diri kita yang paling benar atau hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat, kita harus menerimanya.

Sumber :
https://serbakritis.wordpress.com/2014/05/03/tugas-akhir-milik-siapa-anda-atau-dosen/
http://pratiwi-19.blogspot.com/2012/03/karya-ilmiah.html
http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-karya.html

Hidup Rukun Beragama di Indonesia

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1KA05

Assalamualaikum Wr. Wb, nama saya yudhistira saya akan menjelaskan bahwa hidup damai demi kerukunan beragama sangatlah penting dinegri ini yaitu Indonesia tercinta.

Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di Tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama yang harus bersifat Dinamis, Humanis dan Demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah sehingga, kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh kalangan-kalangan atas/orang kaya saja.
Karena, Agama tidak bisa dengan dirinya sendiri dan dianggap dapat memecahkan semua masalah. Agama hanya salah satu faktor dari kehidupan manusia. Mungkin faktor yang paling penting dan mendasar karena memberikan sebuah arti dan tujuan hidup. Tetapi sekarang kita mengetahui bahwa untuk mengerti lebih dalam tentang agama perlu segi-segi lainnya, termasuk ilmu pengetahuan dan juga filsafat. Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-agama. Jadi, keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik, bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling benar, maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu pandangan yang optimis. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi sejak tahun 1950-an, maka muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. Orang tidak lagi bersikap negatif dan apriori terhadap agama lain. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian. Di masa lampau, kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap agama selain agama kita sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama lain, maka sekarang kita lebih mengedepankan sikap keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain.

Manfaat Kerukunan Antar Umat Beragama
  • Terciptanya suasana yang damai dalam bermasyarakat
  • Toleransi antar umat Beragama meningkat
  • Menciptakan rasa aman bagi agama – agama minoritas dalam melaksanakan ibadahnya masing masing
  • Meminimalisir konflik yang terjadi yang mengatasnamakan Agama
Dialog merupakan bentuk yang hakiki dari manusia sebagai makhuk sosial. Jadi dialog antar umat beragama merupakan suatu temu  wicara antara 2 pembicara, antara dua bela atau lebih pemeluk agama yang berbeda untuk mengadakan pertukaran pendapat atau nilai dan informasi keagamaan pihak masing - masing untuk mencapai bentuk kerja sama dalam semangat kerukunan.
Dengan demikian, kehidupan Bangsa dan Negara yang memiliki keanekaragaman agama yang diwarnai dengan kesadaran tentang rasa saling menghargai, mengasihi, memberi dan menerima satu dengan yang lain dan akan melahirkan suatu kehidupan yang harmonis dan tentram untuk kehidupan bersama. Semoga rakyat Indonesia memahami tentang kerukunan beragama dinegara ini.

Sumber:
https://patriotindo.wordpress.com/2012/08/22/kehidupan-rukun-damai-antar-umat-beragama/
https://elsietelibertador76.wordpress.com/2013/01/22/kerukunan-umat-beragama/
http://hajaramq.student.unidar.ac.id/2013/06/kerukunan-hidup-antarumat-beragama_11.html

Ciri Ciri Masyarakat Desa

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1KA05

Assalamualaikum Wr. Wb, saya sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma ingin menjelaskan tentang ciri - ciri masyarakat pedesaan.

Pengertian Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim,   keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
–          konflik
–          kontraversi
–          kompetisi

Sumber:
https://anwarabdi.wordpress.com/2013/05/04/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/ciri-ciri-masyarakat-pedesaan/
http://about-interesting.blogspot.com/2013/01/perbedaan-masyarakat-kota-dan-desa.html

Hubungan Desa dan Kota

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1KA05
 
Assalamualaikum Wr. Wb, Saya ingin menjelaskan tentang ciri ciri hubungan antara desa dan kota.
Menurut saya, ciri ciri antara desa dan kota adalah sebagai berikut:
a. masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yg berbeda
b. bersifat ketergantungan
c. kota tergantung desa dlm memenuhi kebutuhan bahan pangan
d. desa jg merupakan tenaga kasar pd jenis pekerjaan tertentu
e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan desa
f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan krj berakibat kepadatan
g. mereka kelompok para penganggur di desa
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b). Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)


Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1. Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
2. Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
3. Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
4. Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
5. Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.


Sumber: 
http://v-ixio.blogspot.com/2013/01/hubungan-desa-dan-kota.html 
https://adeadangsuryana.wordpress.com/category/hubungan-desa-dan-kota-aspek-positif-dan-negatif/

Selasa, 25 November 2014

Peranan Organisasi Pemuda Yang Pernah Saya Ikut Dalam Membentuk Identitas Diri

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1 KA 05

     Peranan organisasi pemuda di Indonesia sangat banyak macam macamnya, dalam pembahasan ini saya akan meluapkan pendapat dalam organisasi yang saya ikuti dalam membentuk identitas diri saya sendiri. Ketika saya telah selesai menjalankan Ujian Nasional pada waktu SMK saya mengikuti banyak organisasi diluar sekolah saya, salah satunya adalah Organisasi Pecinta Alam Comunitas Casper Pengadegan Raya. Dalam organisasi ini saya menjalani perjalanan Hiking atau biasa disebut Naik Gunung, gunung yang saya lewati yaitu Gunung Gede Pangrango.
     Dalam perjalanan saya naik gunung banyak hal hal yang membuat saya sadar bahwa pertemanan dalam perjalanan naik gunung banyak kesan kesan yang menarik, contohnya kita dapat mengenal bahwa didalam kelompok perjalanan keatas harus adanya solidaritas yang tinggi untuk teman teman kita. Dalam perjalanan kita harus saling berbagi akan adanya makanan yang kita bawa masing masing, kemudian bergantian membawa tas tas dan peralatan yang dibawa, dan masih banyak lagi.
     Setelah saya sampai dipuncak Gunung Gede Pangrango, saya dan sekelompok saya berbagi tugas masing masing, ada yang membangun tenda untuk beristirahat, ada juga yang memasak makanan untuk makan malam, dan saya sendiri melakukan tugas yang cukup ringan yaitu mengambil air dimata air untuk kebutuhan minum sekelompok. Dari pengalaman tersebut saya sadar bahwa dengan adanya solidaritas yang tinggi, kerja sama kelompok yang baik, dan kekompakan dalam mencintai alam sangatlah diperlukan untuk pembentukan identitas terhadap diri saya sendiri.


Peranan Saya Sebagai WNI di Indonesia Dengan Menegakkan Hukum Pada Diri Sendiri Dan Orang Lain

Nama : Muhammad Yudhistira Kardin
NPM : 17114591
Kelas : 1 KA 05

Assalamualaikum Wr. Wb,
     Sesuai dengan judul pembahasan diatas saya akan menjelaskan tentang peranan saya dalam penegakan hukum untuk diri sendiri dan orang lain. Menurut saya kesadaran dalam penegakan hukum di Indonesia sangatlah terancam, karena saya sendiri sering melanggar akan aturan aturan hukum yang ada di Indonesia itu sendiri. Selain saya banyak juga orang orang yang melanggar aturan aturan tersebut. Penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan baik apabila WNI itu sendiri mempunyai kesadaran dalam penegakan hukum di Indonesia.
     Sebelumnya banyak orang yang menganggap aturan aturan hukum sebagai hal yang biasa tanpa mengetahui akibat akibat yang akan datang nantinya. Contoh dari anggapan banyak orang dalam menganggap aturan aturan yang sepele yaitu, adanya sekelompok orang yang melakukan penebangan pohon liar yang dampaknya sangat merugikan banyak orang yaitu longsor, ada juga beberapa orang yang membuang sampah sembarangan yang akibatnya banjir yang merugikan banyak orang ataupun dia sendiri.
     Dari pembahasan diatas saya sebagai WNI di Indonesia menentukan pendapat bahwa aturan aturan yang seharusnya dilaksanakan seharusnya jangan dilanggar. Hal ini berlaku untuk saya sendiri maupun orang lain. Semoga dari pembahasan ini WNI di Indonesia tidak lagi melanggar aturan aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintahan di Indonesia.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Yudhistira's | Bloggerized by Casper - Software Engineering | SMK Negeri 10 Jakarta